FANDOM


Boruto Uzumaki (うずまきボルト, Uzumaki Boruto; Viz "Bolt Uzumaki") adalah shinobi desa Konohagakure, anggota dari klan Uzumaki dan keturunan langsung klan Hyūga dari ibunya. Awalnya dia acuh tak acuh dalam tugas sebagai anggota Tim Konohamaru dan membenci ayahnya (Naruto) serta kantor Hokage karena membuat ayahnya tidak punya waktu untuk keluarga. Pada akhirnya Boruto dapat menghormati dan berdamai dengan ayahnya serta peran ayahnya sebagai Hokage, sekaran dia bersumpah inginan menjadi seperti mentornya yaitu Sasuke Uchiha — sistem pendukung untuk Hokage dan desa.

Latar Belakang

Hokage Rock 7th

Boruto mengotori Monumen Hokage untuk mendapatkan perhatian ayahnya.

Boruto adalah anak pertama dari Naruto Uzumaki dan Hinata Hyūga, mempunyai seorang adik perempuan bernama Himawari Uzumaki yang selisih dua tahun darinya. Pada suatu pagi yang tenang selama musim dingin di Konoha, dirinya bersama adiknya Himawari Uzumaki terlihat merangkul ayah mereka dan memulai pertarungan bola salju, bersama dengan ibu mereka.[2]

Pada suatu hari ketika Naruto akan diresmikan sebagai Hokage Ketujuh, adik perempuannya (Himawari) ingin membawa boneka panda ke upacara tetapi Boruto melarang dan mencoba untuk merebutnya. Ketika kepala boneka itu robek akibat tarik-menarik antara keduanya, Himawari membangkitkan Byakugan dan menyerang Boruto dengan kemarahan, meskipun dia telah meminta maaf. Naruto yang merasakan niat membunuh, seketika datang dan melindungi Boruto, dan akhirnya pingsan karena serangan Himawari mendarat di salah satu poin chakra-nya. Takut akan serangan yang bisa melumpuhkan ayahnya, Boruto mencoba lari dari Himawari, namun Himawari dengan mudah menemukannya bersembunyi di dalam lemari.

Kepribadian

Sama seperti sang ayah di masa mudanya, Boruto adalah anak yang bandel, hiperaktif dan pemberani. Demikian pula, dirinya tampak menunjukkan kesukaan terhadap perbuatan usil. Seperti ayahnya, alasannya melakukan keusilan juga untuk mencari perhatian; dalam hal ini dari ayahnya, karena peran Naruto sebagai Hokage tampaknya mengganggu kehidupan pribadinya. Seperti ayah dan neneknya , Boruto juga mewarisi kata akhiran: "dattebasa" (だってばさ).

Namun, dibandingkan dengan Naruto di usianya, Boruto lebih rapi dan mahir, nampaknya tahu semua jalan pintas, serta lebih dewasa dalam melihat bagaimana dunia bekerja. Diantara keduanya, dia lebih sarkastik. Tidak seperti Naruto, Boruto tidak meneriakan apa yang ia rasakan, yang merupakan perbedaan terbesar.[3] Meskipun sikapnya santai, ia sebenarnya sangat rajin belajar.[4] Pengasuhan Boruto juga berbeda dari keluarga ayahnya : Keluarga Boruto selalu ada untuknya dan dia juga memiliki banyak teman, pengakuan terhadap dirinya datang dengan mudah dan alami baginya dari kombinasi talenta yang luar biasa[5] dan asuhan orang tua.

Untuk alasan ini, Boruto memandang tinggi dirinya dan dengan bebas menyombongkan kemampuannya, namun kesombongannya telah membuatnya tidak menghargai rekan tim atau kerja sama tim, percaya bahwa dia dapat melakukan apa saja sendiri. Dia percaya dalam mencapai kesuksesan sebagai titik utama dari apa pun, bahkan mengambil jalan pintas yang tidak dibenarkan untuk memperolehnya, seperti saat menggunakan cheat program untuk menang dengan mudah dalam video game, atau menggunakan Kote untuk membuat rasengan guna memperoleh pengakuan menjadi murid Sasuke, dan dengan perangkat yang sama ia gunakan untuk mengalahkan lawan begitu mereka nampak lebih unggul. Setelah melihat betapa egois dan tidak bermoralnya ia bertindak dengan menggunakan alat seperti itu, dia menemukan sebuah penghormatan untuk kerja keras yang sebenarnya. Pada saat yang sama, ia juga mulai memiliki rasa ketidaksukaan yang kuat pada siapa pun yang mengandalkan alat canggih seperti itu, percaya bahwa seseorang harus mengandalkan keterampilan alami mereka. Namun, setelah bertemu Ao, dia mulai menghargai bahwa alat-alat, tidak peduli seberapa canggih, tidak secara inheren baik atau buruk, tetapi hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan yang bergantung pada penggunanya. Juga, setelah melihat bagaimana penemuan tersebut dapat digunakan bahkan untuk binatang kecil, dia mulai menghargai karya Katasuke Tōno.

Meskipun dengan kesombongannya, dia tidak memandang remeh orang lain dan sangat setia kepada teman-temannya. Tanpa ragu-ragu, dia berulang kali datang untuk membantu Denki ketika ia diganggu. Dia juga menghindari konfrontasi, atau meneriakkan nama ketika seseorang membicarakannya dari belakang, benar-benar mengabaikan situasi sama sekali kecuali ketika teman-temannya terluka, itu yang menunjukkan kedewasaannya.[6] Bahkan ketika seorang teman terungkap menjadi musuh, dia tetap bertekad untuk membawa mereka kembali dari jalan gelap mereka.[7] Dia sangat menyayangi ibu dan saudara perempuannya - akan menjadi marah ketika mereka terluka secara fisik ataupun emosional. Meskipun menyayangi adik perempuannya, Boruto terbukti takut pada adiknya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah membuat adiknya kesal lagi. Baik Sasuke dan Naruto berkomentar bahwa Boruto mirip satu sama lain ketika mereka masih muda, dan dia memang menunjukkan karakteristik dari kedua shinobi ketika mereka masih muda, menyebabkan Naruto menyatakan bahwa putranya adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dari keduanya. Misalnya, ia menampilkan kebiasaan nakal Naruto untuk mendapatkan perhatian dan keinginan Sasuke akan kekuatan bahkan dengan menggunakan jalan pintas. Mirip dengan orang tua mereka, Boruto berbagi hubungan yang rumit dengan putri Sasuke, Sarada. Keduanya sering berselisih, Sarada menghargai gelar Hokage sementara Boruto menunjukkan penghinaan untuk itu. Meskipun begitu, Boruto peduli pada Sarada dan mimpinya seperti yang disaksikannya selama Ujian Chunin ketika dia menyuarakan keinginannya untuk menang sehingga tidak mengurangi kemajuan Sarada untuk menjadi Hokage. Secara keseluruhan, kesetiaan teguh Boruto kepada teman-temannya telah terbukti menjadi pengaruh kuat bagi semua orang di sekitarnya, banyak yang mengatakan bahwa ia telah menjadi landasan bagi teman-temannya karena ia bertekad untuk menjaga teman-temannya tetap bersama.

Meskipun Boruto menyayangi ayahnya dan sangat gembira ketika mereka menghabiskan waktu bersama, hubungan mereka menjadi tegang sejak Naruto menjadi Hokage Ketujuh. Karena banyak tanggung jawab pekerjaan yang mencegah Naruto berada di sampingnya sepanjang waktu, itu telah menyebabkan Boruto merasa diabaikan dan menjadi kesal terhadap gelar Hokage, hanya melihatnya sebagai posisi yang membuat ayahnya menjauh darinya dan menyatakannya (sadar bahwa Naruto tumbuh sebagai anak yatim) hanya cocok untuk mereka yang tidak memiliki orang yang dicintai. Akhirnya, setelah Boruto mengtahui kehidupan rumit ayahnya, ia akhirnya mengerti dan memaafkan jadwal sibuk ayahnya dan berhenti mencoba mengambil jalan pintas dalam hidup.

Boruto's Admiration

Boruto mengungkapkan keinginannya untuk menjadi shinobi seperti Sasuke.

Meskipun awalnya hanya ingin mengetahui tentang masa lalu ayahnya untuk melampaui ayahnya, Boruto menjadi benar-benar ingin tahu tentang masa lalu Naruto, ketika ia bertanya kepada ayahnya tentang masa lalunya, terutama tentang bagaimana ia telah menjadi salah satu shinobi terkuat yang pernah hidup, meskipun tampaknya sama sekali tidak ada harapan untuk hal lainnya. Dari pertarungannya melawan Momoshiki Ōtsutsuki, Boruto akhirnya melihat ayahnya dengan cara baru, keduanya mengagumi kekuatannya sebagai shinobi namun masih memiliki sifat yang sama tanpa pamrih untuk melindungi desa. Setelah itu, ia dan Naruto mampu menemukan alasan dan memiliki hubungan yang sehat lagi, dengan Naruto setuju untuk muncul lebih sering secara pribadi sementara Boruto berhenti menuntut waktu ayahnya lagi, baik secara terbuka mendorong satu sama lain maju mencapai tujuan mereka. Meskipun telah melepaskan amarahnya terhadap Naruto dan penghinaan untuk gelar Kage, Boruto secara terbuka menyatakan bahwa dia tidak memiliki niat untuk menjadi Hokage. Dia memilih untuk berjalan di jalannya sendiri, menjadi pendukung bagi Hokage, seperti sebagaimana mentornya.

Boruto sepertinya suka burger yang mana dia terburu-buru membeli green chilli hamburger edisi terbatas, pada hari terakhir itu dijual, dan kadang-kadang membawa kupon diskon burger. Dia mencatat bahwa makanan favoritnya adalah roti yakisoba.[8] Dia juga tampaknya sangat suka menggambar, sementara tampaknya tidak menyadari keterampilannya yang buruk dalam hal itu.[9] Boruto tampaknya dipengaruhi oleh karakter film populer Kagemasa, karena ia meniru sikap pahlawan sambil mengenakan replika visor karakter.

Sebagai seorang remaja, kepribadian Boruto telah berubah sangat kontras dari ketika dia masih kecil : dia sangat tenang dan tabah, bahkan ketika tertegun tentang nasib ayahnya. Boruto merujuk pada dirinya yang dulu sebagai seorang bocah, sangat menyiratkan bahwa versi lama Boruto telah berubah secara drastis.[10]

Penampilan

  • Boruto di The Last: Naruto the Movie.
  • Boruto sebagai murid akademi.
  • Boruto sebagai shinobi.

Boruto sangat mirip dengan ayahnya, dengan rambut pirang dan mata biru, berbentuk sama. Tidak seperti Naruto, bagaimanapun, dia memiliki rambut bergelombang yang menjalar keluar di sisi dan belakang, dan ahoge (アホ毛; Secara harfiah berarti "rambut kebodohan") menyerupai batang daun. Wajahnya memiliki bentuk bulat seperti ibunya, dan dirinya memiliki dua tanda kumis di setiap pipi, yang di warisi dari ayahnya, yang merupakan jinchūriki Kurama.

Boruto memakai pakaian olahraga hitam, mengingatkan kita pada seragam oranye yang Naruto pakai di sebagian besar seri, dengan lapisan merah dan garis merah di bagian bawah dan lengan manset. Di bawah jaket, dia memakai kaos putih polos dan baut terikat dengan tali di lehernya, sesuai dengan namanya. Dia juga memakai sandal shinobi hitam.

Dalam The Last: Naruto the Movie, pakaian olahraga itu memiliki simbol api merah pada dada kiri seperti milik ibunya, Hinata. Seperti pakaian umum shinobi Konoha, jaket ini juga dilengkapi pusaran puncak merah Uzumaki di bagian belakang, garis-garis merah di sepanjang sisi celananya, dan yang dikenakan dengan pakaian ini adalah sepasang sandal putih yang datar.

Setelah Momoshiki melakukan kontak dengan lengannya, Boruto mendapatkan Kāma, segel berbentuk berlian hitam, di telapak tangan kanannya. Pada usia enam belas tahun, Boruto memiliki bekas luka besar di mata kanannya dan segel kutukan yang rumit di lengan kanannya, yang ketika diaktifkan bersinar biru dan menutupi bagian tangan dan sisi kanan tubuhnya. Dia memakai ikat pinggang dengan celana hitam yang lebih pendek, dan sandal shinobi, dan jubah. Dia juga memakai pelindung dahi dengan dua garis miring di atasnya.

Kemampuan

Berasal dari dua garis keturunan yang kuat, Boruto adalah seorang anak ajaib, yang dianggap mampu mencapai apa pun yang dia coba.[11] Pada saat Ujian Genin, ia tercatat memiliki kemampuan di tingkat Chunin, dianggap jauh di atas shinobi di kelasnya dan mahir di semua bidang pertempuran.[12] Sebagai seorang shinobi, Boruto dianggap sebagai genin elit,[13] dengan keterampilannya memungkinkan Sasuke untuk menerima dia sebagai muridnya, dan berperan penting dalam mengalahkan Momoshiki dan kelompok Bandit Mujina. Dia juga mampu mengalahkan Ao, jōnin terkenal dan veteran dari Kirigakure.[14]

Chakra dan Kecakapan Fisik

Mewarisi chakra besar ayahnya,[11] Boruto mampu membuat tiga klon bayangan bahkan setelah sebagian besar chakra-nya diserap.[15] Chakranya sangat kuat untuk seorang genin, karena sudah menguasai tiga transformasi alam dan meningkatkan jumlah klon menjadi empat. Kontrol chakra-nya mengalami peningkatan, sejak ia mampu secara efektif melakukan Rasengan setelah beberapa hari pelatihan dan secara naluri memperbaiki tekniknya.

Boruto tampak sangan cepat, dapat dengan seketika berada di belakang lawan-lawannya tanpa diketahui.[6] Boruto telah terbukti sangat terampil dalam taijutsu,[6] dan sering berkolaborasi dengan klon bayangannya untuk melakukan serangan yang sangat terkoordinasi.[16] Sebagai keturunan klan Hyūga, dia diajarkan penggunaan dasar Jūken, meskipun tanpa Byakugan, dia tidak dapat menargetkan tenketsu musuh. Dia juga memiliki kekuatan yang cukup besar, mampu meluncurkan serangan yang cukup kuat untuk membalikkan tanah.[17]

Kāma

Boruto's Markings

Boruto mengaktifkan Kāma

Setelah mengalahkan Momoshiki, Boruto memperoleh segel di tangan kanannya dalam bentuk berlian. Ketika diaktifkan, itu dapat berubah dan meluas menutupi lebih banyak tubuh Boruto ke berbagai arah. Aktivasinya mengambil chakra Boruto, dan dengan itu, Boruto dapat menyerap teknik lain, seperti fūinjutsu dan transformasi alam.

Ninjutsu

Boruto's Shadow Clone Technique

Boruto menggunakan Kage Bunshin no Jutsu

Sebelum memasuki Akademi, Boruto dapat mengguakan Kage Bunshin no Jutsu,[18] mampu mengoordinasikan serangannya dengan klonnya untuk melakukan manuver seorang chūnin, jika tidak tingkat jōnin.[11] Awalnya, di anime, Boruto membutuhkan jarak pandang bagi klonnya untuk bekerja.[19] Dari pelatihan dengan Sasuke, ia telah menjadi ahli dalam shurikenjutsu, mampu mengubah lintasan senjata di tengah penerbangan dan melapisi shurikennya dengan Elemen Petir.[20] Dia juga mempelajari berbagai teknik seksi ayahnya.[21] Boruto memiliki keterampilan dalam kenjutsu, sebagaimana ia menggunakan katana Sasuke,[22] dan mampu menggunakan setengah Hiramekarei secara efisien.

Pada awalnya gagal melakukan Rasengan karena kurang detail pada kontrol chakra dan tidak dapat memahami bagaimana memulai pembentukannya,[11] Boruto belajar cara membuat versi kecil dari itu di bawah bimbingan Konohamaru Sarutobi, dan kemudian, meningkatkannya ke ukuran normal menggunakan satu tangan.

Transformasi Alam

Vanishing Rasengan

Boruto menggunakan Kieru Rasengan

Saat sebagai siswa Akademi, Boruto secara bersamaan dapat melakukan Elemen Angin dan Petir, dan saat sebagai genin belajar Elemen Air.[23] Menggunakan transformasi alam, ia dapat menggunakan Raiton: Shiden, Elemen Air: Splash Bullet (水 遁 ・ 飛沫 弾, Suiton: Himatsudan) dan Fūton: Reppūshō,[24] yang ia gunakan bersama klonnya untuk melakukan Boruto Stream. Saat pertama kali menciptakan Rasengan, ia secara tidak sadar menerapkan chakra angin ke dalamnya, sebuah keajaiban prestasi seorang shinobi yang belum pernah dicapai. Setelah melempar teknik ini, transformasi alam tiba-tiba aktif, mengubahnya tidak terlihat, dan mengecoh lawan membiarkan penjaga mereka terbuka mengakibatkan kerusakan yang cukup ditimbulkan ketika terkena. Selama pelatihannya dengan Sasuke, ia melihat Boruto memiliki kecenderungan terhadap Elemen Petir, mampu mempelajari teknik tingkat tinggi untuk itu.[25]

Dōjutsu

Jōgan 

Boruto's Eye

Jōgan milik Boruto.

Dari bantuan yang tidak diketahui dari Toneri Ōtsutsuki, pada usia delapan tahun, Boruto tanpa sadar membangkitkan Jōgan di mata kanannya. Meskipun awalnya hanya mampu secara naluri mengaktifkannya di saat terancaman, pada usia enam belas tahun, ia bisa mengaktifkannya sesuka hati. Ini memberinya kemampuan untuk mendeteksi hal-hal seperti chakra yang umumnya tidak terlihat oleh mata normal. Dōjutsu ini dapat merasakan aliran chakra, memungkinkan Boruto untuk melihat perubahan yang terlihat dalam chakra seseorang dan juga melacak target melalui chakra. Ini juga dapat menentukan titik kunci dari sistem jalur chakra, dan melihat menembus dinding tak terlihat yang menghubungkan antar dimensi.[7] Karena memiliki darah seorang pengguna Byakugan, dia bisa berkomunikasi dengan roh almarhum Momoshiki.

Kecerdasan

Seperti biasanya tanpa beban ke titik yang dirasakan sebagai pemalas, mirip dengan mentornya Sasuke, Boruto adalah individu yang sangat tajam yang unggul dalam membaca situasi dan beradaptasi. Meskipun tidak seperti ayahnya, ia menunjukkan kecerdikan yang nyata dengan Kage Bunshin no Jutsu untuk melakukan strategi yang rumit, namun ia melakukannya dengan lebih berhati-hati karena ia terbatas pada empat klon. Sementara lebih memilih pendekatan langsung dalam pertempuran, ia beradaptasi pada berbagai kesalahan dan tipuan yang rumit, yang memungkinkannya untuk lebih unggul dari Iwabee dan bahkan orang-orang seperti Momoshiki. Dia juga beradaptasi dalam mengeksploitasi kekurangan dan kelemahan baik dirinya dan targetnya sebagai kunci utama dalam rencananya. Dia terbukti mampu mengatasi masalah-masalah lanjut dengan sempurna melalui metode-metodenya sendiri. Inojin mencatat bahwa dia memiliki kemampuan untuk ini.[4] Terlebih lagi, ia adalah satu-satunya siswa di kelasnya yang lulus ujian tertulis ujian kelulusan tanpa curang, mendapatkan nilai sempurna dalam prosesnya.[12] Boruto juga efektif dalam menggunakan kemampuan orang lain saat menciptakan strategi, memanfaatkan keterampilan sekutu-sekutunya.[17]

Epilog

Boruto suprised by Naruto

Lelucon Boruto terganggu oleh ayahnya.

Pada suatu malam di Akademi seusai jam pelajaran, Boruto berkata kepada teman-teman sekelasnya bahwa ia akan menunjukkan sebuah keusilan. Generasi baru Ino–Shika–Chō berusaha untuk meyakinkan dia untuk tidak melakukannya karena di desa mereka akan diadakan Pertemuan Kage; tetapi Boruto menjawab bahwa kemampuan untuk melakukan sebuah keusilan pada saat penjagaan sedang diperketat justru akan membuktikan bakat mereka sebagai shinobi. Pada akhirnya, tidak ada rekan-rekannya bergabung dalam melakukan keusilan ini, meskipun Sarada Uchiha merasa tertarik lalu mengikuti dan mengamati hasil keusilannnya: mengotori patung Monumen Hokage dengan cat merah, seperti ayahnya sendiri pernah lakukan. Mengetahui bahwa ayahnya akan datang untuk menghukum dia, Boruto bersiap untuk menyergapnya dengan lemparan shuriken tepat waktu, tetapi dihentikan ketika Naruto tiba-tiba muncul dengan menggunakan Teknik Tubuh Berkedip. Saat menegur Boruto, Naruto menyadari bahwa anaknya hanya sedang berusaha untuk mendapatkan perhatiannya. Naruto menjelaskan bahwa kini ia harus menjadi seorang ayah untuk semua orang di desa, sehingga ia tidak bisa selalu memberi banyak perhatian kepada Boruto seperti keinginannya. Dia meminta Boruto untuk bertahan menghadapi keadaan ini, karena shinobi sejati adalah "orang-orang yang bertahan menghadapi kesulitan".

Film

Boruto: Naruto the Movie

Untuk halaman utama, lihat: Boruto: Naruto the Movie

Boruto akan membuat penampilan di film ini.boruto vs hokage ke tiga

Trivia

  • "Boruto" (ボルト) adalah pengucapan Jepang dari kata Inggris "bolt" (bolt berarti petir atau baut), sebagaimana terlihat sebuah baut yang ia pakai sebagai bandul kalung di lehernya. Namanya juga mengacu pada nama pamannya, Neji, yang namanya berarti "sekrup" (捻子, neji). Hal ini juga mengacu kepada jurus milik kakek dari pihak ayahnya yang disebut Teknik Terbang Dewa Guntur. Huruf kanji rai (雷) dapat diterjemahkan sebagai "petir."
  • Boruto dan Himawari adalah satu-satunya keturunan diketahui dari klan Hyūga yang tidak memiliki Byakugan. Namun, menurut Masashi Kishimoto, ia bermaksud untuk memberi mereka Byakugan, tetapi lupa sebelum merilis bab 700.[26] Hal ini memberikan penjelasan yang kuat mengapa The Last: Naruto the Movie artwork menunjukkan dia dengan mata lavender pucat.
  • Seperti adiknya Himawari, rambut Boruto menyerupai bentuk daun.
  • Ketika Boruto mengotori Monumen Hokage, dirinya menulis penghinaan di semua wajah Hokage, kecuali Kakashi Hatake, yang hanya digambari bentuk bibir pada wajahnya.

Referensi

  1. Zai no Sho, page 26
  2. The Last: Naruto the Movie
  3. [Interview 2017]
  4. 4,0 4,1 Boruto episode 5
  5. Zai no Sho, page 26
  6. 6,0 6,1 6,2 Boruto episode 2
  7. 7,0 7,1 Boruto episode 14
  8. Boruto episode 4
  9. Boruto episode 7
  10. Boruto chapter 1
  11. 11,0 11,1 11,2 11,3 Boruto: Naruto the Movie novel
  12. 12,0 12,1 Boruto episode 36
  13. "Boruto: Road to B", page 2
  14. Boruto chapter 22
  15. Boruto episode 6
  16. Boruto episode 9
  17. 17,0 17,1 Boruto episode 37
  18. Boruto episode 1
  19. Boruto episode 11
  20. Boruto chapter 14, pages 18
  21. Boruto chapter 12, pages 7-10
  22. Boruto chapter 1, page 1
  23. Boruto chapter 1, page 23
  24. Boruto, Volume 1's Boruto's Profile
  25. Boruto episode 60
  26. Artikel tentang cinemacafe (Jepang)

Memulai diskusi Diskusi tentang Boruto Uzumaki